BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Runtuhnya pinggiran tembok taman di halaman depan Puskesmas Natai Pelingkau, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, menimbulkan kasak kusuk di tengah masyarakat.

Pembangunan tembok taman setinggi satu meter itu sejatinya bertujuan untuk peningkatan mutu demi mengejar akreditasi Puskesmas Natai Pelingkau.

Sayangnya, runtuhnya tembok taman setinggi satu meter dengan panjang sekira 4 meter itu langsung ditanggapi masyarakat dengan negatif dengan memposting foto reruntuhan list ke media sosial. Sehingga mendapat tanggapan beragam dari netizen. Apalagi, tembok taman itu baru saja selesai dibangun dan taman belum juga ditanami satupun tumbuhan.

Kepala Puskesmas Natai Pelingkau, Kelurahan Baru, Dr. Lilik S Umroh menjelaskan, tembok itu runtuh bukan karena kesalahan konstruksi atau kesalahan dalam pengerjaan. Tetapi tembok tersebut runtuh akibat terhantam bemper dam truk yang akan mencurahkan tanah uruk untuk media tanam.

"Kejadiannya pada Senin kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, saat itu dam truk yang membawa pesanan tanah uruk untuk media tanam posisinya terlalu mundur sehingga terhantam tembok dan menyebabkan runtuh," terang Lilik, Rabu (14/6/2017).

Saat ini, tembok yang runtuh tersebut sudah selesai diperbaiki seperti semula. Ia menyayangkan sikap masyarakat yang terlalu cepat mengambil kesimpulan sehingga memunculkan anggapan negatif.

Ia menyarankan kekritisan masyarakat terhadap suatu permasalahan harusnya dibarengi dengan pendalaman informasi terhadap masalah tersebut sehingga apa yang disampaikan adalah informasi yang benar.
"Boleh saja kritis, tetapi harus mengerti dulu kenapa bisa terjadi hal itu, jadi apa yang ingin disampaikan tidak menimbulkan polemik," cetusnya. (KOKO SULISTYO/B-2)