BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Beberapa aset pemerintah di wilayah Kabupaten Kapuas terkesan hanya pemborosan alias mubazir. Pasalnya, sebagian mangkrak dan terlantar tidak diberdayakan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).
"Sampai saat ini, fungsional aset mandek seperti pasar hewan, terminal, serta rumah betang," kata mantan Damang Selat Simpei Ilon di Kapuas, Rabu (14/6/2017).
Simpei Ilon yang juga menjabat ketua Bidang Advokasi Hukum di Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) ini meminta kepada pemerintah daerah untuk mengatasi masalah aset yang sebenarnya bisa menghasilkan PAD, tapi tidak diberdayakan.
Selain itu, Perusahaan Daerah juga harus mampu bangkit lagi dengan pola objek bisnis membantu membangkitkan PAD. "Dengan peningkatan PAD maka akan mendongkrak kemampuan finansial dari pusat, paling penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Simpei Ilon.
Ia mengingatkan, pembangunan aset-aset yang terkesan mubazir ini sudah dibangun mulai masa kepemimpinan H Burhanudin Ali sebagai Bupati Kapuas. "Program yang dibangun tersebut sudah menjadi peluang ke depannya untuk PAD. Akan tetapi kenapa tidak berkesinambungan?" tanya Simpei.
Ia berharap, pemkab jangan hanya melakukan pencitraan saja tanpa membuktikan pembangunan yang dituntaskan sehingga menghasilkan PAD. (HAMDI/B-2)
Banyak Aset Pemkab Kapuas Terkesan Mubazir
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Katingan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
IPLM dan Perpustakaan Sekolah
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







