BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk mengejar akreditasi, Puskesmas Natai Pelingkau merasa perlu berbenah diri. Selain dengan meningkatkan mutu pelayanan dan pembangunan taman hijau, pihak Puskesmas juga mengimbau agar kawasan di depan Puskesmas steril dari aktivitas perdagangan dan parkir kendaraan berat.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Puskesmas Natai Pelingkau, Dr Lilik S Umroh, di ruangannya, Rabu (14/6/2017). Ia menilai, keberadaan para pedagang baik itu pedagang batu akik yang menggelar lapak serta pedagang buah yang menggunakan mobil di depan Puskesmas meninggalkan kesan kumuh.

Hal ini karena sampah akibat aktivitas perdagangan dibiarkan berserakan.
"Kami mengimbau kepada pedagang untuk tidak berjualan di depan kawasan Puskesmas, mereka selepas berjualan begitu saja meninggalkan sampah di sekitar jualannya," keluh Dr Lilik.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar warga yang menunggu angkutan kendaraan untuk tidak memanjat tembok puskesmas. Karena hal itu menambah kesan semrawutnya Puskesmas Natai Pelingkau.

"Depan Puskesmas juga kerap dijadikan tempat parkir kendaraan fuso dan kami minta carilah tempat yang seharusnya dan harus pada tempatnya," cetusnya. (KOKO SULISTYO/B-2)