BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Stigma negatif terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA) membuat mereka sulit terbuka. Hal tersebut membuat upaya pengentasan penyakit terhambat karena para pasien potensialnya jadi tidak pernah diketahui. Sudah sepatutnya HIV/AIDS dianggap sebagai penyakit biasa, yang bisa ditangani dan diobati.
"Masih banyak yang beranggapan jika HIV/AIDS hanya menjangkiti para pelaku seks bebas dan pemakai narkoba. Padahal nyatanya banyak ibu rumah tangga yang terkena," ujar Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kobar, Muhammad Erfin Hidayat kepada Borneonews, Kamis (15/6/2017).
Stigma negatif diperparah dengan anggapan bahwa HIV/AIDS bersifat mematikan bila sudah tertular. Hal tersebut mungkin benar adanya beberapa tahun lalu, namun kini sudah ada obat antiretroviral (ARV) yang dapat menekan virus penyebabnya.
Sementara, Pendamping ODHA dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Kobar, Maya Embun Sari mengatakan, HIV/AIDS sudah sepatutnya dianggap sebagai penyakit biasa. Bila diobati dan ditangani dengan baik pengidapnya bisa menjalani hidup normal.
"Kita ingin masyarakat melihat bahwa ODHA ini tidak aneh. Bahwa HIV/AIDS itu sama seperti masalah kesehatan lainnya," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/N).








