BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es. Banyak kasus yang tidak diketahui atau tidak muncul ke permukaan. Penularan virus penyebab penyakit tersebut akhirnya terus terjadi.
Kepala Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jamin Ginting mengatakan, deteksi dini dengan melakukan tes merupakan langkah penting dalam pengendalian penyakit ini.
Masalahnya, banyak orang merasa dirinya tidak berisiko sehingga enggan melakukan tes. Ia mencontohkan, seperti ibu rumah tangga (IRT). IRT bukan kelompok berisiko tinggi tertular HIV/AIDS karena lebih sering berada di rumah, tidak menggunakan narkoba suntik, tidak menjadi penjaja seks maupun pembeli seks.
Namun, kebanyakan ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS saat berhubungan seksual dengan suaminya. Adapun suaminya terinfeksi HIV/AIDS karena melakukan seks tidak aman dengan membeli seks atau menggunakan narkoba suntik.
"Sekarang tes HIV/AIDS juga dilakukan ke populasi umum, seperti ibu rumah tangga dan ibu hamil. Bukan hanya kelompok berisiko tinggi," kata Jamin Ginting kepada Borneonews, Kamis (15/6/2017).
Selain itu, stigma dan diskriminasi juga menjadi penyebab seseorang tak mau melakukan tes HIV/AIDS. "Jangankan pengobatan, untuk menjalani tes HIV/AIDS pun takut dipandang negatif oleh masyarakat sekitar," ujarnya.
Untuk itu, ia mengajak siapa pun untuk melakukan tes HIV/AIDS.
Menurutnya, semakin banyak orang yang dites, maka makin banyak kasus HIV/AIDS yang diketahui. Dengan begitu, penularan pun bisa langsung dicegah.
ODHA pun dapat menjalani terapi ARV untuk bisa meningkatkan kualitas hidupnya. "Kita mengajak semua orang untuk mengetahui status HIV/AIDS. Kalau sekarang ini dikasih tahu, dia enggak akan nularin ke orang lain. Persoalannya mereka belum tahu kalau HIV/AIDS. Ayo kita bareng-bareng untuk melakukan tes. Siapa pun, deh," pintanya.
Selain datang ke klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT), terang Jamin Ginting, masyarakat bisa memanfaatkan VCT mobile yang disediakan Dinkes Kobar. "Selain di rumah sakit, VCT juga ada di setiap Puskesmas, bahkan setiap bidan juga dibekali VCT," pungkasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)
Ayo, Tes HIV/AIDS!
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabid SMP Dinas Pendidikan Palangka Raya Tekankan Evaluasi PJJ dan Penguatan Tata Kelola Sekolah
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Karhutla Hebat Kepung Jalan Pintas Sambangan Tanah Laut
Bunda FAD Seruyan Sampaikan 3 Pesan Penting untuk Cegah Bullying
Aksi Penyelundupan Kayu hasil Pembalakan Liar di Gagalkan TNI AL
Sebulan Tak Pulang, Pemuda di Jalan Mawar Kapuas Dilaporkan Hilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







