BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) menyatakan ekspor minyak sawit mentah (CPO) pada kuartal II tahun ini diperkirakan meningkat 8% dibandingkan kuartal I.

"Biasanya satu bulan sudah ada persiapan untuk persediaan yang dilakukan oleh pedagang dan prosesor. Satu bulan sebelum Ramadan, industri sudah mulai menyediakan bahan-bahan keperluannya," kata Ketua Umum DMSI, Derom Bangun, di Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Peningkatan permintaan CPO, menurut Derom, menjadi angin segar bagi para pelaku usaha di industri kelapa sawit.

"Dengan naiknya kebutuhan CPO, membuat harga minyak sawit di pasaran internasional juga bakal ikut terkerek," papar dia.

Bulan Ramadan menjadi berkah bagi eksportir minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO). Pasalnya, di negara-negara Muslim seperti Pakistan, Bangladesh dan India, permintaan terhadap minyak sawit meningkat.

Pada periode Januari hingga Maret tahun ini, ekspor minyak sawit Indonesia tercatat 8,02 juta ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)