BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Jainudin Karim mempertanyakan tentang kejelasan pendirian pasar tumpah, yang biasanya dilakukan setiap tahun di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.
Menurut Karim, jika memang pasar tumpah didirikan nanti, segala dampak positif negatifnya harus dipertimbangkan. Karena ia tidak ingin itu nanti menjadi persoalan yang setiap tahun tidak bisa diatasi.
"Kalau memang harus didirikan pastikan dulu tempatnya di mana mengganggu pedagang lain tidak, mengganggu akses lalu lintas tidak, jika itu sudah diketahui kita yakin tidak akan memunculkan masalah nantinya," kata Karim, Kamis (15/6/2017).
Lokasi depan PPM merupakan kawasan yang padat, jika didirikan pasar tumpah seperti tahun-tahun lalu kemacetan lalu lintas terus menjadi keluhan bagi pengguna jalan. Bahkan dampaknya tidak hanya dinilai mengurangi dari sisi penjualan bagi pedagang sekitar saja.
Namun juga berpengaruh kepada pedagang-pedagang lain. Seperti di kawasan Taman Kota Sampit. "Inilah keinginan kita mengapa ini terus menjadi sorotan, karena kami ingin semuanya nyaman," tukas Karim.
Kenyamanan bagi pengunjung PPM harus diutamakan, jangan sampai itu tidak dipikirkan, karena keindahan dan kenyamanan menjadi faktor utama pelayanan di pasar kebanggan masyarakat Kotim tersebut. (NACO/B-5)
Belum Ada Kejelasan Soal Pasar Tumpah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rimbun Kritik Pemerintah Pusat Usai Agenda Menhut di Kotim Batal
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







