BORNEONEWS, Palangka Raya - Kenakalan remaja saat ini menjadi perhatian serius Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itupun mencetuskan wacana setiap sekolah, diamankan petugas dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
"Saya sudah bicara dengan Danrem 102/Pjg (Kolonel Arm M Naudi Nurdika) dan Kapolda Kalteng (Brigjend Pol Anang Revandoko) untuk menempatkan satu polisi, satu TNI, dan satu Satpol PP di satu sekolah," kata Sugianto Sabran, Kamis (15/6/2017).
Ia menuturkan, penempatan aparat penegakan hukum lebih diutamakan untuk sekolah setingkat SMA sederajat. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kenakalan remaja. Baik dalam bentuk perkelahian, pencurian, bolos, minum-minuman, peredaran obat terlarang, dan lain sebagainya.
"Penempatan (anggota kepolisian, TNI, dan Satpol PP) untuk tameng agar kenakalan remaja tidak terjadi. Kapan perlu, mereka (peserta didik) tidak boleh membawa ponsel saat masuk sekolah," tegas Gubernur.
Menurut Gubernur, bentuk ketegasan itu dirinya sampaikan lantaran ia menyangani peserta didik. Sebab, merekalah yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa, termasuk untuk Kalimantan Tengah. "Kita sayang mereka. Merekalah generasi kita ke depan," tutur Sugianto. (BUDI YULIANTO/B-3)
Gubernur Canangkan Program Satu Sekolah, Satu Polisi, TNI, dan Satpol PP
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
MTsN 1 Kapuas dan SMAN 2 Kapuas Dominasi MAN CUP XVIII 2026
Raih Emas Lomba Peneliti Belia, Murid SMAN 3 Palangka Raya Harapkan Dukungan Riset Berlanjut
PURE-PEAT, Inovasi Murid SMAN 3 Palangka Raya Menjernihkan Air Gambut
Tim Gabungan SMP Palangka Raya Raih Medali Emas dan Perak di Kompetisi Sains Nasional
PRICE 2026 UPR Hadirkan Konferensi Internasional Pendidikan, Undang Akademisi dari Tiga Negara
SMPIT Tiara Az-Zahra Variasikan Metode PJJ, Kehadiran Siswa Capai 100 Persen
Komentar (0)
Memuat komentar…







