BORNEONEWS, Kasongan – Kapolda Kalteng Brigjen Anang Revandoko meminta masyarakat Kabupaten Katingan menjaga kerukunan dan keberagaman, sehingga tercipta harmonisasi antar umat beragama. Politik suku agama ras dan antar golongan (SARA) harus dihindari.
Peran ulama selaku tokoh agama tokoh masyarakat, harus bisa memperkuat persatuan diantara sesama umat isalam, dan sesama anak bangsa lainnya agar kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan ini disampaikan saat Safari Ramadan bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di kabupaten pemekaran tersebut, Rabu (14/5/2017) sore.
“Peran ulama sangat strategis membangun hubungan keummatan yang harmonis, rukun dan damai. Mari kita galakkan ukhuwah, kebersamaan ulama, sikap toleransi terhadap perbedaan. Para ulama dan tokoh masyarakat harus memperkuat persatuan untuk Kalteng dan indonesia kondusif,” kata Brigjen Anang di Masjid Baitul Yakin Kasongan.
Sementara itu Danrem 102 Panju Panjung Kol Arm Naudi Nurdika dalam kesempatan berikutnya juga menegaskan, pentingnya kebersamaan ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk bersatu bahu-membahu menjaga dan menciptakan suasana kebersamaan.
Aparat jika tidak dibantu warga, juga akan sulit menjamin kondisi aman dan nyaman sesuai yang dikehendaki bersama.
“Masyarakat juga harus bantu kami untuk mendukung upaya menjaga situasi Kamtibmas terjaga dengan baik. Organisasi keagamaan harus saling bahu membahu, supaya aman dan nyaman sehingga dalam pergaulan sehari-hari pun enak, pembangunan bisa berjalan baik,” katanya.
Seperti diketahui, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melakukan safari ramadan ke Kasongan, Kabupaten Katingan. Ia mengajak serta unsur Muspida antara lain Kapolda, Danrem, ketua Ormas Keagamaan dari NU, Muhammadiyah, LDII, MUI, dan lainnya.
Rombongan gubernur bertolak dari Palangka Raya menuju Kasongan sekitar pukul 15.14 WIB. Setidaknya ada 20 unit kendaraan iring-iringan rombongan gubernur tersebut. (ROZIQIN/B-6)








