BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah sopir angkutan, dan pemilik kendaraan baik roda empat maupun dua di Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, mengaku kerap membeli bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer. Hal itu disebabkan satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kasongan kerap tidak beroperasi.
"Kadang kita pagi-pagi ke SPBU yang ada di Kasongan, tapi SPBU-nya malah tutup. Sedangkan penumpang kita sudah penuh, terpaksa beli dieceran," keluh Anto, sopir travel rute Kasongan-Palangka Raya, Jumat (16/6/2017).
Hal senada dituturkan Rudi, warga Kasongan. Bahkan Rudi mengaku bahwa dirinya hampir tidak pernah mengisi BBM di SPBU Kasongan. "Karena beberapa kali datang ke SPBU, BBM selalu kosong, akhirnya malas datang ke SPBU lagi. Terpaksa beli di eceran walau harganya lebih mahal," katanya.
Rudi mengaku, dirinya malah lebih sering mengisi BBM di SPBU yang ada di Kota Palangka Raya, ketimbang di Kasongan. Padahal, ia tinggal dan menetap di Kasongan. "Ya kalau pas ke Palangka Raya kita isi BBM full," imbuhnya.
Sementara itu, Toni, warga Kasongan, meminta Pemkab Katingan mencabut izin operasional SPBU Lunuk Ramba Kasongan. "Karena tidak sesuai fungsinya. Harusnya kan SPBU menjual beberapa produk BBM. Tapi ini tidak. Sejak awal tahun kemarin yang dijual hanya pertalite. Sedangkan lainnya termasuk bensin bersubsidi tidak ada. Kosong karena memang tidak ada menjualnya. Makanya kita usul agar izin SPBU itu dicabut saja," ucap Toni. (ABDUL GOFUR/B-3)








