BORNEONEWS, Sampit - Tokoh Dayak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dias Manthongka berharap siapapun nanti dari calon ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim yang terpilih dalam musyawarah daerah (Musda) awal Juli 2017 mendatang harus paham dan mengerti tentang adat.

"Serta tidak kalah pentingnya mampu menahkodai DAD lebih baik lagi, selain itu bisa mengayomi masyarakat adat dan jadi contoh yang baik di masyarakat," kata Dias, Sabtu (17/6/2017).

Wakil Ketua DAD Kotim ini tidak ingin DAD dibawa untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Selain itu ketua baru nantinya diharapkan bisa membina kedamangan, mantir, batamad, DAD Kecamatan hingga Desa.

"Serta mampu membesarkan kelompok tani Dayak Misik sesuai ketentuan," kata pria yang juga berlatar belakang pengacara tersebut.

Tidak kalah pentingnya, menurut Dias, lembaga DAD harus bisa menempatkan posisi terhadap DAD Provinsi, dan mampu bekerjasama menjadi mitra Pemerintah Daerah ke depannya. "Kita juga tidak ingin lembaga adat ini dibawa ke ranah politik, kami sangat tidak setuju, dan menentang hal tersebut," pungkas Dias.

Setelah pendaftaran ketua DAD Kotim pada Kamis (15/6/2017) ditutup, hanya ada empat calon yang mendaftar di antaranya Untung TR yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DAD Kotim, Hardi P Hady ketua DAD Kecamatan Antang Kalang, M Jais K, damang Kecamatan MB Ketapang, dan Kusmiran, pengurus DAD Kotim. (NACO/B-5)