BORNEONEWS, Sampit - Dari hasil tes HIV/AIDS yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Aids (KPA) Kotim dan Dinas Kesehatan terhadap 11 pasangan diduga mesum dan tujuh orang tanpa identitas, tiga diantaranya terindikasi mengindap penyakit mematikan tersebut.
"Belum tahu pasti, namun ada tiga yang mengarah ke penyakit mematikan tersebut. Namun pemeriksaan akan berlanjut, dan tentunya hasilnya nanti akan kita sampaikan lagi," ujar Kabid Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kotim Punding, Minggu (18/6/2017).
Punding tidak bisa mengungkapkan siapa ketiga orang terindikasi HIV/AIDS tersebut. Pasalnya, identitas Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) memang harus disembunyikan dan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Sedangkan untuk mereka yang terindikasi akan diberikan penanganan khusus. Hal itu dilakukan agar bisa menahan daya tubuh pengindap dari virus yang mematikan tersebut," cetus dia.
Selain itu, lanjut dia, penanganan juga dilakukan dengan cara pembinaan. Agar mereka tidak melakukan hubungan seksual yang mana bisa dengan cepat menularkan virus HIV/AIDS itu.
"Tentunya untuk penanganan langsung kami serahkan ke KPA dan Dinas Kesehatan. Namun yang pasti kami ingin mengurangi atau meminimalisir penyebaran virus mematikan tersebut," kata Punding.
Sementara itu, Kabupaten Kotim sendiri merupakan salah satu yang terbanyak penyebaran virus HIV/AIDS. Bahkan merupakan yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah. Ada sekitar 20 orang yang terjangkit. Mulai dari ibu rumah tangga, maupun kepala keluarga. Namun ada juga masih anak-anak.
Mereka diberikan penanganan berupa pengobatan anti retrobiral (ARV). Tetapi hal itu hanya sebatas meminimalisir penyebaran virus di dalam tubuh saja, karena hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-8)
Ini Hasil Tes Terhadap Warga yang Terjaring Operasi Pekat
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dinkes Kotim Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer
Pemindahan Gedung PKP-PK Bandara H Asan Sampit Ditargetkan 2028 Gunakan APBD Kotim
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Dinsos Kotim Verifikasi Data Keluarga Korban Perundungan Kaji Peluang Bansos
Jalan Tjilik Riwut Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup Permanen
Santri Era Modern Dituntut Kuasai Teknologi dan Ekonomi Kreatif
Komentar (0)
Memuat komentar…







