BORNEONEWS, Palangka Raya - Sugianor, anggota DPRD Kota Palangka Raya menilai pelaksanaan program restocking atau pengayaan sumber daya ikan di perairan umum masih timpang. Mengingat jumlah bibit yang disebar masih belum sebanding dengan luas perairan Kota Palangka Raya.
"Kita meminta agar Dinas Perikanan (Diskan) Palangka Raya untuk meningkatkan dan memperluas program ini. Sebenarnya program ini bagus, bahkan sudah lama berjalan. Hanya jumlah benih ikan yang ditebar tidak sebanding dengan luas perairan kita. Masih timpang," ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini kepada Borneonews, Minggu (18/6/2017).
Menurut Sugianor yang juga menjabat sebagai ketua umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan Provinisi Kalimantan Tengah, diperlukan peningkatan dan pemerataan penebaran bibit. Karena itu, ia meminta program restocking ini harus terus dilakukan. Apalagi masih banyak praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan racun, dan setrum di perairan umum Kota Palangka Raya.
"Komisi B meminta Pemko Palangka Raya melalui Diskan untuk mengintensifkan pengawasan praktik illegal fishing yang kami lihat hingga saat ini masih marak terjadi," tutur Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya ini.
Jumlah kelompok masyarakat pengawas (pokmawas) perikanan di Palangka Raya juga dinilai belum ideal. Tercatat hanya ada 13 pomawas yang memantau potensi area perikanan di perairan umum di 'Kota Cantik' yang terdiri atas dua sungai besar dan 118 danau, serta sejumlah kawasan rawa. (TESTI PRISCILLA/B-)








