BORNEONEWS, Palangka Raya – Press release penangkapan 66 penjudi dadu gurak yang digelar di halaman Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng, Rabu (21/6/2017) sore, menghadirkan tokoh agama.
Para penjudi itupun lantas diberikan siraman rohani. Mereka dinasihati supaya segera bertobat. “Kalau mengaku khilaf, segeralah bertobat dan jangan melakukannya lagi,” pesan Haji Nasrawan, salah seorang tokoh agama yang hadir.
“Mari kita tingkatkan iman dan takwa kita. Tobat lah supaya masyarakat juga tidak resah sehingga suasana Lebaran nanti aman semua,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang pendeta, Robby Saerang, mengatakan semua orang pasti memiliki dosa. Namun, dia juga mengingatkan bahwa akar kejahatan adalah karena cinta uang. “Saya melihat saudara di sini, hati saya tidak enak. Tobatlah dan jangan kumat lagi,” pintanya.
“Tuhan masih mengasihi kita. Kalau kita ingin berubah, memiliki konsep yang benar, saya percaya Anda akan melakukannya (tidak bermain judi lagi),” bebernya.
Pendeta Robby juga mengingatkan bahwa dalam alkitab terdapat larangan bermain judi. “Jadi jangan berbuat judi. Itu memalukan, merugikan dan membuat kita jadi tidak nyaman. Tapi saya percaya, melalui proses nanti akan ada perubahan. Percayalah, Tuhan mengasihi dan mengampuni dosa kita, asal tobat, tidak kumat lagi,” pungkasnya.
Dalam press release tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Polda Kalteng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko mengatakan, dari 66 penjudi yang diamankan, delapan di antaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN). (BUDI YULIANTO/B-3)
Para penjudi itupun lantas diberikan siraman rohani. Mereka dinasihati supaya segera bertobat. “Kalau mengaku khilaf, segeralah bertobat dan jangan melakukannya lagi,” pesan Haji Nasrawan, salah seorang tokoh agama yang hadir.
“Mari kita tingkatkan iman dan takwa kita. Tobat lah supaya masyarakat juga tidak resah sehingga suasana Lebaran nanti aman semua,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang pendeta, Robby Saerang, mengatakan semua orang pasti memiliki dosa. Namun, dia juga mengingatkan bahwa akar kejahatan adalah karena cinta uang. “Saya melihat saudara di sini, hati saya tidak enak. Tobatlah dan jangan kumat lagi,” pintanya.
“Tuhan masih mengasihi kita. Kalau kita ingin berubah, memiliki konsep yang benar, saya percaya Anda akan melakukannya (tidak bermain judi lagi),” bebernya.
Pendeta Robby juga mengingatkan bahwa dalam alkitab terdapat larangan bermain judi. “Jadi jangan berbuat judi. Itu memalukan, merugikan dan membuat kita jadi tidak nyaman. Tapi saya percaya, melalui proses nanti akan ada perubahan. Percayalah, Tuhan mengasihi dan mengampuni dosa kita, asal tobat, tidak kumat lagi,” pungkasnya.
Dalam press release tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Polda Kalteng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko mengatakan, dari 66 penjudi yang diamankan, delapan di antaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN). (BUDI YULIANTO/B-3)








