BORNEONEWS, Palangka Raya - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palangka Raya memilih angka 666 sebagai target Sambungan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SMBR) secara gratis pada tahun ini.
Menurut Direktur PDAM Kota Palangka Raya Tridoyo Kertanegara, program itu merupakan upaya pemerintah untuk pemerataan layanan air bersih di 'Kota Cantik'.
"Program SMBR ini merupakan upaya pemerataan pembagian air bersih dari PDAM Kota Palangka Raya. Pada program SMBR, sarana dan prasara dalam penyambungan ditanggung PDAM, sehingga masyarakat tinggal menyambungkan jaringan ke rumah masing-masing," tutur Tridoyo kepada Borneonews, Jumat (23/6/2017).
Selain 666 pemasangan SMBR, PDAM Kota Palangka Raya juga menargetkan 834 sambungan lainnya yang akan dipasang melalui jalur reguler dan dikenai biaya pemasangan. Sehingga totalnya menjadi 1.500 target pemasangan sambungan pada tahun ini.
Di sisi lain, Tridoyo mengeluhkan adanya pelanggan PDAM yang belum memenuhi kewajiban membayar tagihannya. Pada 2016, PDAM memasang 1.000 sambungan, namun jumlah pemutusan akibat tunggakan pembayaran justru mencapai 1.600 sambungan.
"Untuk mengatasi tunggakan pembayaran tagihan tersebut selain bekerja sama dengan pihak kejaksaan, manajemen PDAM juga akan meluncurkan program pembayaran nontunai bekerja sama dengan salah satu bank milik pemerintah," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)








