BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo meminta agar pengelolaan administrasi desa harus tertib, karena saat ini masih banyak pengelolaan administrasi di pemerintah desa dikelola masih jauh dengan yang diharapkan.
Menurut Handoyo, tertibnya pengelolaan administarasi desa sangat penting. Agar tidak lagi menjadi keluhan. "Karena dari laporan pihak BPN banyaknya masalah tumpang tindih sertifikat, maupun klaim sertifikat oleh kepemilikan SKT selama ini terjadi akibat lemahnya administrasi desa.
"Selama pengelolaan administrasi desa belum baik, sulit mengatasi masalah tumpang tindih surat tanah ini," kata Politisi Partai Demokrat, tersebut, Jumat (24/6/2017).
Menurut Handoyo, masih lemahnya pengelolaan administrasi desa sudah lama menjadi perhatian mereka, bahkan mereka sudah sering kali mengingatkan agar pihak desa mulai mengelola administrasi desa dengan baik.
"Harusnya masalah ini tidak lagi menjadi persoalan, karena perangkat desa sudah berulang kali mengikuti bimtek, kami harapkan apa yang didapat pada saat bimtek bisa diterapkan dan dilaksanakan dengan baik," kata Handoyo.
Mengingat tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk bimtek selama ini, sementara pengelolaan administrasi desa masih lemah. Dari itu suatu keharusan bagi aparatur desa untuk meningkatkan pengetahuan mereka agar masalah seperti ini tidak lagi menjadi persoalan di pemerintah desa. (NACO/B-5)
Administrasi Desa Harus Tertib
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
RMP di Teluk Sampit Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Buka Lapangan Kerja
Komentar (0)
Memuat komentar…







