BORNEONEWS, Palangka Raya - Yoyo Winharto, Koordinator Terminal AKAP WA Gara Palangka Raya menyebut hanya adan enam perusahaan otobus (PO) yang bekerja sama dengan terminal.
"Yaitu Logos, Yessoe, Hasua, Damri, Candi Agung dan Agung Mulya," ungkap Yoyo kepada Borneonews.co.id, Sabtu (24/6/2017).
Hal ini terjadi lantaran kondisi trayek Palangka Raya menuju ke luar yang tidak ditanggapi baik oleh pengusaha.
"Kita salah juga karena tidak memberi tekanan kepada pengusaha untuk investasi. Karena ini jual jasa layanan. Kalau tidak diperbaharui terus armadanya maka akan kalah. Ini yang tersisa tinggal 6 PO, sisanya mati dengan sendirinya," tambahnya.
Yoyo menyebut ketidakminatan PO memperbaharui armada dan menambah trayek menyebabkan banyak pengusaha harus gulung tikar sehingga menyisakan hanya sedikit PO yang tetap beroperasi.
"Pengusaha harus jeli karena akan ketinggalan dan mati sendiri kalau tidak jeli. Kalau manajemennya bagus tidak akan mati," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)
"Yaitu Logos, Yessoe, Hasua, Damri, Candi Agung dan Agung Mulya," ungkap Yoyo kepada Borneonews.co.id, Sabtu (24/6/2017).
Hal ini terjadi lantaran kondisi trayek Palangka Raya menuju ke luar yang tidak ditanggapi baik oleh pengusaha.
"Kita salah juga karena tidak memberi tekanan kepada pengusaha untuk investasi. Karena ini jual jasa layanan. Kalau tidak diperbaharui terus armadanya maka akan kalah. Ini yang tersisa tinggal 6 PO, sisanya mati dengan sendirinya," tambahnya.
Yoyo menyebut ketidakminatan PO memperbaharui armada dan menambah trayek menyebabkan banyak pengusaha harus gulung tikar sehingga menyisakan hanya sedikit PO yang tetap beroperasi.
"Pengusaha harus jeli karena akan ketinggalan dan mati sendiri kalau tidak jeli. Kalau manajemennya bagus tidak akan mati," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








