BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Momen lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah membawa berkah tersendiri bagi para motoris getek di Sungai Arut, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Penghasilan mereka meningkat 50 persen sejak H-5 lebaran hingga kemarin H+2.

Rata-rata penghasilan motoris getek yang mangkal di Kelurahan Raja Seberang pada hari biasa perharinya antara Rp50 ribu hingga Rp70 ribu. Kondisi tersebut berbanding terbalik sejak H-5 lebaran Idul Fitri perharinya mencapai Rp100 hingga Rp150 ribu.

Musababnya, pada hari itu banyak warga yang hendak bepergian ke pasar Indra Sari maupun Indra Kencana untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Walau begitu motoris getek ini tidak aji mumpung menaikan tarif, untuk ongkos mengantarkan menyeberang penumpang cukup merogoh kocek Rp2 ribu sama dengan tarif hari biasa.

"Lima hari sebelum lebaran sampai kemarin lumayan, sepertinya hari ini kembali normal pendapatan," kata salah satu motoris getek, Mahan, kepada Borneonews, Selasa (27/6/2017).

Walau berkah sesaat namun hal itu tetap disyukuri oleh para motoris getek, mereka tetap setia menjalani profesi ini untuk menghidupi keluarganya. Bahkan dari hasil menggetek ini mereka bisa menyekolahkan anaknya hingga bangku SMA.

Pantauan Borneonews, para motoris getek ini sudah mulai beraktivitas sejak pukul 04.00 WIB pagi dan baru istirahat pada pukul 17.00 WIB kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Untuk diketahui, alat transportasi perahu getek pernah mengalami era kejayaan pada dekade 1980 sampai dengan tahun 2000 an. Senjakala angkutan tradisional masyarakat bantaran sungai ini mulai terpuruk sejak dibukanya jalan lintas Pangkalan Bun - Kolam. (KOKO SULISTYO/B-5)