BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasca-Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, permintaan akan kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, menurun. Hal itu berimbas pada melorotnya harga beberapa komoditas.

Beberapa kebutuhan pokok yang terpantau mengalami penurunan harga di antaranya cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, ayam potong, dan telur ayam. Walau terjadi penurunan, harga komoditas tersebut masih jauh dari harga normal.

Menurut sejumlah pedagang di Pasar Indra Sari, Pangkalan Bun, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi turunnya harga beberapa komoditas. Di antaranya berkurangnya permintaan atau menurunnya daya beli dan stok dari distributor di Pulau Jawa.

Sementara itu, komoditas lokal stoknya hanya mampu bertahan selama 20 hari. Walau stok tersedia, pedagang di Pasar Indra Sari jarang mengambil dari petani lokal. Hal itu berkaitan dengan kualitas produk pertanian lokal.

"Untuk memenuhi permintaan di hari biasa stok dari petani lokal hanya mampu bertahan 20 hari. Kalau distributor dari Jawa bisa menghasilkan secara kontinyu. Selain itu produk lokal cepat mengalami pembusukan," ungkap Ainun, pedagang di Pasar Indra Sari, Kamis (29/6/2017).

Ia menuturkan, pasca-Lebaran cabai dijual seharga Rp65 ribu per kilogram. Sedangkan sebelum Lebaran mencapai Rp80 ribu per kilogram. Kemudian bawang putih Rp35 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp70 ribu per kg, bawang merah Rp40 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp35 ribu kg, tomat Rp13 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp13 ribu per kg.

Daging yam potong juga mengalami penurunan dari Rp40 ribu per kg menjadi Rp37 ribu per kg. Berbeda dengan komoditas lainnya, penurunan harga daging ayam potong terjadi bertahap hingga mencapai harga terendah Rp28 ribu per kg. "Turunnya bertahap Rp1.000 per sekali turun, berbeda saat ada penaikan bisa langsung Rp5.000 hingga Rp7.000 per kg," ujar pedagang lainnya, Siti Fatimah.

Penurunan harga juga terjadi pada telur ayam. Sebelum Lebaran harga telur ayam ras mencapai Rp45 ribu per piring. Sedangkan setelah Lebaran turun menjadi Rp40 ribu per piring. (KOKO SULISTYO/B-3)