BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Kabupaten Kotawaringin Barat, terutama kaum hawa mesti waspada dengan tas dan perhiasan yang melekat di tubuhnya saat mengendarai roda dua. Sebab, saat ini berkeliaran jambret di sejumlah jalan protokol yang mengintai korbannya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat kepada Borneonews sepanjang bulan Ramadan saja, sedikitnya terjadi tiga kasus jambret di Jalan Pangeran Antasari, satu kasus di Jalan Natai Arahan, Terminal Natai Suka dan Rabu (28/6/2017) pukul 10.15 WIB kembali terjadi percobaan penjambretan di Jalan A Yani, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun.

Beruntung, jambret nekat yang beraksi di keramaian lalu lintas itu tak berhasil membawa lari tas korbannya. Menurut saksi mata kejadian, upaya percobaan penjambretan itu dilakukan oleh dua orang pria mengendarai kendaraan roda dua jenis Jupiter tanpa nomor kendaraan (pelat). Diduga calon korbannya sudah dikuntit sejak dari simpang empat Hastarini, Kelurahan Baru.

Sebelum simpang L pelingkau, calon korbannya yang merupakan dua orang perempuan berboncengan ini dipepet dan tiba-tiba menarik tas punggung kecil yang dipakai salah satu korbannya.

Sempat terjadi tarik menarik dengan korban, namun karena korban berteriak dan diduga takut akan mengundang perhatian massa maka jambret itu melepaskan buruannya dan tancap gas menuju arah Natai Pelingkau.

"Untung korban sempat teriak, jambret itu mungkin takut dan langsung lari, wajahnya tidak terlihat tapi menggunakan kendaraan Jupiter warna hitam list biru," kata Ageng, warga Kelurahan Raja, yang kebetulan menyaksikan peristiwa jambret itu, Kamis (29/6/2017).

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polres Kobar, AKP Zaldi Kurniawan menegaskan bahwa kasus Jambret yang diadukan ke Polres Kobar hingga saat ini hanya satu kasus. Saat ini pelaku jambret sedang dalam tahap penyelidikan. "Hanya ada satu kasus jambret yang diadukan dan masih dalam penyelidikan siapa pelakunya," tegas Zaldi, Kamis (29/6/2017). (KOKO SULISTYO/B-2)