BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penjambretan yang terjadi di sejumlah jalan protokol di Kabupaten Kotawaringin Barat akhir-akhir ini mendapat reaksi tegas dari Satuan Reskrim Polres Kobar. Yakinlah, para penjambret akan berhadapan dengan Crisis Response Team (CRT) Banteng Polres Kobar.

CRT Banteng Polres Kobar yang mengendarai kendaraan bermotor roda dua naked bike warna hitam dan berseragam mirip karakter game Counter Strike dengan menggunakan uniform tactical abu-abu, rompi anti peluru, helm kevlar, masker balaclava hitam dan sepatu tactical boots serta menenteng senapan serbu jenis SS 1 akan berpatroli rutin mengamankan masyarakat dari aksi kejahatan jalanan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kobar, AKP Zaldi Kurniawan untuk mengantisipasi aksi jambret Team CRT Banteng dan unit Buser Satreskrim serta unit Patroli Sabhara Polres Kobar akan melakukan patroli di jalan-jalan yang dinilai rawan oleh aksi penjambret serta kejahatan lainnya.

"Akan dilakukan patroli oleh team CRT Banteng, Buser dan unit Sabhara di jalan yang rawan aksi jambret," kata Zaldi Kurniawan, Kamis (29/6/2017).

Untuk menghindari sasaran jambret, ia mengimbau masyatakat Kotawaringin Barat agar pada saat bepergian selalu berhati-hati dan waspada serta tidak menggunakan barang - barang yang dapat memancing kejahatan, seperti memakai perhiasan berlebihan atau menaruh telepon seluler (HP) sembarangan.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diterima Borneonews, pada bulan Ramadan khususnya saat menjelang Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah telah terjadi penjambretan di ruas Jalan Pangeran Antasari, Natai Pelingkau (terminal Natai Suka), serta percobaan jambret di Jalan A Yani, Pelingkau, Rabu (28/6/2017) siang. (KOKO SULISTYO)