BORNEONEWS, Sampit - Penjualan seragam sekolah di kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai meningkat signifikan, bahkan harganya naik mencapai 100%.
Peningkatan daya beli ini mendorong pedagang untuk menambah stok lebih banyak lagi dari hari-hari biasanya.
“Sejak hari kedua setelah lebaran, penjualan seragam sekolah semakin meningkat. Bahkan peningkatan mencapai 100% dari hari biasanya,” ujar Heni, pemilik toko pakaian di Komplek Pasar Berdikari Sampit, Kamis (29/6/2017).
Kali ini tidak hanya seragam sekolah dasar (SD) saja yang paling banyak terjual, namun SMP dan SMA menjadi sasaran pembeli, karena hampir semua semua sekolah berbarengan masuk seusai liburan.
Untuk harga seragam sekolah putih merek purnama yang paling kecil Rp45 ribu, semakin besar ukurannya maka akan bertambah Rp2 ribu. Sedangkan untuk lengan panjangan Rp50 ribu. Rok panjang Rp70 ribu, untuk yang pendek Rp60 ribu.
Saat ini yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah kain tisu, selain kualitasnya bagus, harganya tidak terlalu tinggi dibandingkan kain drill. Biasanya pembeli memilih kain tisu untuk dibuat sendiri, sehingga mereka bisa menentukan model yang dikehendakinya.
Hal yang sama diungkapkan Idham, pemilik toko seragam di Pasar Instruksi Presiden (Inpres), baru buka pada Rabu (29/6/2017) ini, penjualan di tokonya sudah meningkat sampai 50%. Hal itu sangat meningkat dibanding sebelum lebaran.
“Sebelum lebaran penjualan seragam masih setandar, paling satu hingga tiga pasanga saja dalam sehari, mungkin hal itu terjadi karena uang mereka masih disisihkan untuk persiapan lebaran,” katanya.
Dia memprediksi peningkatan penjualan ini akan terus terjadi hingga sepekan ke depan, karena para siswa baru masuk pada (8/6/2017). (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








