BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perikanan Kota Palangka Raya menilai kebanyakan nelayan di 'Kota Cantik' sudah memahami pentingnya 'keramahan' dalam menangkap ikan.

Selain akan menjaga ekosistem perairan, alat tangkap yang ramah juga akan membuat penghasilan para nelayan berkesinambungan dan tidak berhenti pada satu hari.

"Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas) Perikanan secara rutin melakukan patroli perairan. Kita memiliki 13 Pokmawas yang karena seringnya melakukan patroli aktivitas illegal fishing di Kota Palangka Raya pun berkurang," ungkap Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya Helmi kepada Borneonews, Kamis (29/6/2017).

Menurutnya, salah satu kawasan perairan yang kerap menjadi objek kerja nelayan dan memang menjadi lokasi permukiman para nelayan ialah kawasan Kereng Bangkirai. Meski kebanyakan nelayan juga bekerja sampingan dengan melayani wisatawan di Dermaga Wisata Kereng Bangkirai, aktivitas menangkap ikan tetap mereka lakoni.

"Di Kereng Bangkirai tidak pernah ditemukan lagi aktivitas illegal fishing. Nelayan di sana sudah menggunakan model alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, karena yang ditangkap hanya ikan ukuran besar," sebut Helmi lagi.

Ia juga menuturkan bahwa efek dari kondisi itu adalah meningkatnya hasil tangkapan nelayan. Meski tidak dapat merinci jumlah peningkatan yang terjadi, namun Helmi menyebut bahwa dalam beberapa kali patroli rutin yang dilakukan tidak ditemukan adanya aktivitas ilegal tersebut.

"Para nelayan mengaku tangkapan ikannya meningkat. Banyaknya tangkapan ikan ini tidak lepas dari berkurangnya oknum nelayan yang menangkap ikan dengan cara ilegal. Karenanya kami berharap Pokmawas selalu membantu kami melakukan patroli perairan ini," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)