BORNEONEWS, Palangka Raya –  Di Kota Palangka Raya umur penaikan harga cabai tidak berlangsung lama. Hanya berkisar 5-6 hari saja.

Hari ini harga cabai sudah kembali diharga 50-60 ribu per Kg. Sudah turun dibanding harga puncak yang tembus Rp140 ribu per kg. Meski belum normal hingga ke level 35 ribu per Kg seperti saat awal hingga pertengahan Ramadan.

Di Pasar Rajawali, Mama Andri menjual cabai rawit dengan harga Rp60 ribu per Kg. Ia mendapatkan cabai dengan membeli di Pasar Besar atau pasar subuh Jalan A Yani Palangka Raya.

Dengan harga jual itu ia sudah untung Rp10 ribu per Kg lebih, karena harga di pasar subuh merupakan harga distributor.

“Sudah turun, kembali ke Rp60 ribu. Di Pasar Besar sudah turun, maka kami menjualnya juga ikut turun. Per seperempat Kg-nya kami jual Rp15 ribu,” ujarnya kepada Borneonews.co.id, Kamis (29/6/2017).

Ia mengaku sempat memilih untuk tidak ‘kulakan’ cabai rawit di Pasar Besar saat harga melejit Rp140 ribu/Kg. Ini terjadi pada beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu atau H-1 lebaran. Ia mengaku suit menjualnya kepada langganan.

“Saya tidak ambil saat dipatok hingga Rp100 ribu bahkan sempat Rp 140 ribu per Kg. Gimana mau menjualnya, lebih baik tidak ambil. Kalau sudah turun seperti ini baru berani,” ucapnya tersenyum.

Sementara itu Disperindag Kalteng dan Kota Palangka Raya di-backup Polres Palangka Raya menggelar inspeksi mendadak dua hari berturut, Jumat dan Sabtu (24/6/2017) kesejumlah pedagang dan distributor cabai. Di Pasar Subuh kala itu tim mendapati Cabai dengan harga Rp100 ribu/kg.

Dua hari sebelumnya atau Selasa (22/6/2017), cabai unggul jenis gantung relatif normal dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per Kg di tingkat distributor Pasar Besar. Lalu Jumat paginya naik menjadi Rp 60 ribu-65 ribu per Kg, beranjak Sabtu pagi naik menjadi Rp90 ribu–Rp100 ribu per Kg. (ROZIQIN/B-6)