BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingginya harga tiket pesawat udara, baik sebelum lebaran maupun pasca lebaran, dikhawatirkan bakal memacu inflasi. Sebab semua maskapai menggunakan tarif batas atas saat menjual tiketnya.

Deputi Bidang Ekonomi Moneter Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng, Setian, mengatakan, komoditas ini sulit ditanggulangi karena memang bukan peran daerah untuk membuat kebijakan.

“Kemungkinan besar dan hampir mengarah pasti, adalah harga tiket pesawat udara menjadi andil tertinggi angka inflasi di Kalteng. Ini menjadi prediksi saya, karena harga tiket merupakan unit harga yang tidak bisa dikendalikan oleh daerah,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejumlah daerah di Kalimantan tengah (Kalteng) yang menyediakan rute penerbangan ke luar pulau antara lain Palangka Raya, Sampit, dan Pangkalan Bun. Dua di antaranya menjadi kota indikator perhitungan inflasi untuk Kalteng.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng, Kustari mengimbau agar semua maskapai yang beroperasi di wilayah Kalteng mengikuti ketentuan tarif batas atas dan batas bawah yang telah diatur peraturan menteri.

Dia mengakui, saat jelang lebaran semua maskapai menggunakan tarif batas atas, karena sedang tinggi-tingginya permintaan tiket oleh pemudik. Hal ini akan berlangsung hingga arus balik selesai hingga sebulan ke depan. (ROZIQIN/B-11)