BORNEONEWS, Kasongan - Warga Desa Mendawai, Kecamatan Mendawai Kabupaten Katingan mengusulkan agar pegawai PDAM Katingan diganti dengan yang baru.

"Saya berharap kepada yang bersangkutan apabila tidak mampu agar mengundurkan diri supaya diganti dengan pegawai yang baru," kata Kepala Desa Mendawai Hartawan, Kamis (29/6/2017).

Alasannya karena selama ini pelayanan air PDAM di daerahnya tidak seperti yang diharapkan masyarakat.

Selain itu saat diundang rapat pegawai PDAM tidak datang dan malahan yang bersangkutan pergi ke luar kota.

"Kalau pergi ke luar daerah tidak ada konfirmasi dan ini bukan hanya kali ini yang bersangkutan sering bepergian ke luar kota, akibatnya masyarakat yang rugi karena air tidak mengalir," katanya.

Menurut Hartawan dengan adanya pergantian pegawai ini nantinya diharapkan pelayanan air PDAM lebih baik lagi.

Suliansyah tokoh masyarakat Desa Mekartani mengatakan banyaknya kebocoran pipa PDAM yang tidak diperbaiki seperti di jalur 10 kanan yang sudah lama terjadi merugikan pelanggan.

Dani warga Mendawai lainnya mengaku jika tidak mengalirnya air PDAM ini akibat jam operasional dalam sehari rata-rata hanya dua sampai tiga jam.

Sehingga pelanggan yang jauh dari mesin pengolah tidak kebagian. Dani betrharap jam operasionalnya ditambah menjadi enam jam setiap hari, sehingga diharapkan akan melayani semua pelanggan. (ABDUL GOFUR/B-6)