BORNEONEWS, Sampit - Tewasnya Rakuty (26) warga Jalan Tidar 4, Gang Kacer, No 636, Kecamatan Baamang, dengan cara gantung diri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Terutama adiknua, Milinia Puspita Sari (17).

Milinia Puspita tampak sangat terpukul atas kejadian tersebut. Bahkan dia tidak henti-hentinya menangis hingga sang kakak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit untuk divisum.

"Tidak menyangka saja kakak saya ini meninggal di dalam kamarnya," ujar Milinia.

Dia mengatakan, Rakuty memiliki kepribadian yang cukup pendiam. Dia sangat jarang bercerita kepada sanak keluarga tentang apa yang menimpa dirinya. Kalau ada permasalahan juga dipendam sendiri.

Kemudian, pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan istri korban. Ada yang mengatakan berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun ada juga kabar perempuan tersebut di Pulau Jawa. Keluarga pun berusaha menghubunginya melalui telepon genggam, namun tidak tersambung.

Peristiwa menggegerkan itu diketahui adiknya yang menemukan korban tewas gantung diri saat akan mematikan stop kontak mesin pompa air di samping kamar korban, Kamis (29/6/2017) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu posisi kamar tidak ada pintunya dan hanya menggunakan horden.

Dia kaget melihat korban sudah dalam keadaan telungkup di atas ranjang dengan kondisi kepala terikat. Melihat hal itu, sang adik langsung mengambil pisau dan memutuskan tali tersebut. Setelah itu, dia pun langsung ke luar rumah dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Samsul Bahri mengatakan, saat ini kasus tersebut masih didalami. Pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (MUHAMMAD HAMIM/B-11)