BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Setelah selesai lebaran para pemudik biasanya memadati jalan untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Begitu juga dengan masyarakat di Kabupaten Kapuas, kebanyakan dari mereka pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarganya masing-masing yang berada di perdesaan.
Namun, banyak sekali masyarakat yang setelah pulang kampung mengeluhkan jalan perdesaan yang rusak. Berdasarkan laporan, ada beberapa desa yang jalannya rusak, yakni jalan menuju Desa Tarantang, Kecamatan Mantangai dan beberapa desa yang berada di Kecamatan Tamban Catur.
"Jalannya berdebu, kadang kalau hujan becek, mau lewat jalan lain ya sama saja, malah lebih jauh," kata Dimas yang sempat mudik ke Desa Mantangai, Jumat (30/6/2017).
Di tempat berbeda, Hidayat juga mengeluhkan hal yang sama. Di desanya yang berada di Kecamatan Tamban Catur banyak yang rusak. "Kalau beli motor baru di sini, nggak lama juga rusak, karena jalannya banyak batu," katanya.
Memang kata Dayat, saat awal masuk ke dalam jalannya bagus-bagus saja, tapi semakin masuk ke dalam jalannya semakin parah. "Kalau saya sudah biasa, jadi saya tahu kondisi jalan saat pulang kampung," ujarnya.
Salah satu anggota Balakar 545, Ahmad Zainul Luthfi juga menyampaikan laporan hal yang sama. Katanya, di Desa Tarantang, Kecamatan Mantangai jalannya cukup parah. "Kalau sudah hujan seperti inilah kondisinya, becek, motor dan mobil tidak bisa lewat, terpaksa naik feri. Naik feri juga lama menunggunya, karena rutenya melewati sungai, kalau malam feri tidak beroperasi, kasihan yang kebetulan melintas malam," ujarnya.
Oleh karena itu, kata Luthfi, dirinya mengharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk bisa mengatasi permasalahan infrastruktur jalan perdesaan. "Kalau bisa Kadesnya ditegaskan, jangan bikin jalan yang belum sampai setahun rusak," pungkasnya. (HAMDI/B-2)
Pemudik Keluhkan Jalan Desa Banyak yang Rusak
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







