BORNEONEWS, Sampit - Pawit Ngahadi (26), warga Gang Elang 4, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, diduga sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan mengiris urat nadi di pergelangan tangan, sebelum memilih cara gantung diri.

"Ada irisan pisau di pergelangan tangannya. Darahnya berhamburan di lantai. Namun tidak terlalu banyak," ujar Kapolsek Ketapang AKP Todoan Gultom, Jumat (30/6/2017).

Tetapi, kuat dugaan tewasnya korban setelah gantung diri. Apalagi saat ditemukan, posisi jasad masih tergantung pada seutas tali jemuran. Sementara luka di pergelangan tangannya tidak terlalu dalam.

"Lukanya tidak cukup dalam dan tidak memutus urat nadi," kata Gultom.

Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan sembari menunggu hasil visum dari rumah sakit. Hal itu dilakukan guna mengetahui penyebab pasti tewasnya korban. Dari pemeriksaan sementara, tidak ada bekas pukulan benda tumpul atau tajam di tubuhnya.

Sebelum ditemukan gantung diri, Sumangun, bos korban masih melihat Pawit tertidur pulas di rumahnya. Usai Sumangun pulang salat jumat, dia melihat korban berada di atas seakan tengah memberi makan burung.

Setibanya di rumah, dia merasa ada yang janggal dan kembali mengecek korban. Ternyata saat itu korban sudah tewas tergantung.

Sumangun kemudian melapor ke Pos Polisi Taman Kota Sampit. Aparat mendatangi TKP dan melakukan identifikasi hingga mengevakuasi korban. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)