BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sutik meminta pemkab untuk memberdayakan sekolah swasta. Dia berharap, dinas terkait jangan sampai ada kesan mengabaikan keberadaan sekolah swasta.
Sutik menjelaskan, dinas pendidikan harus punya cara untuk tetap memberdayakan sekolah swasta. Apalagi, posisi pemerintah dalam penyelenggaraan dunia pendidikan adalah sebagai pembina. "Jangan ada istilah perbedaaan swasta dan negeri," kata Sutik, Jumat (30/6/2017).
Dikatakan Sutik jika melihat selama ini banyak keluhan dari sekolah swasta yang tidak kebagian kuota siswa, lantaran sekolah negeri menerima siswa belajar dalam jumlah yang banyak. Harusnya sekolah negeri jangan semuanya menerima siswa.
"Misalnya saja daya tampung hanya 6 kelas, jangan coba-coba mau tambah jadi 7 kelas. Ujung-ujungnya satu kelas itu nanti minta swadaya orangtua murid untuk pembangunannya. Pikirkan juga sekolah swasta yang kian merosot dapat jatah,” tukas Sutik
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang pendidikan SMP sederajat dan SD saat ini, tidak seperti tahun sebelumnya. Sekolah swasta masih sepi peminat.
"Kita tekankan tahun ini minta jangan ada sekolah yang menerima lebih dari kuota. Itu merupakan cara halus untuk mematikan sekolah swasta," tegas Sutik. (NACO/B-11)








