BORNEONEWS, Sampit - Razia penyakit masyarakat diminta dilakukan rutin. Dengan catatan, jangan hanya sebatas seremonial. Seperti menjelang ada hari besar keagamaan.
“Kami sepakat dengan penertiban yang terus berkelanjutan, sasarannya juga harus ditingkatkan," kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Abdul Sahid, Jumat (30/6/2017)
Sehingga kegiatan semacam itu tidak hanya terfokus di satu titik saja. Kegiatan operasi pekat harus disama-ratakan agar tidak ada kesan tebang pilih.
"Kami sangat prihatin melihat maraknya aktivitas THM yang kerap dikunjungi pelajar dan anak-anak yang masih di bawah umur," ucapnya.
Selain itu Sahid juga meminta orangtua anak yang terjaring razia agar dipanggil termasuk pemilik THM. Sehingga bisa membatasi pengunjung.
Sahid mengatakan, yang sangat memperihatinkan itu anak usia sekolah SMP masih ditemukan di THM saat jam-jam tengah malam. "Kami melihat ini yang masih belum ada pembatasan di THM di Kotim, mestinya dibatasi untuk anak usia sekolah," tukasnya. (NACO/B-11)
Razia Pekat Jangan Terkesan Sebatas Seremonial
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rimbun Kritik Pemerintah Pusat Usai Agenda Menhut di Kotim Batal
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







