BORNEONEWS, Palangka Raya - Menurut Wawan Berlison, Kepala Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, kasus kebakaran yang sering terjadi di Kota Cantik ini sebenarnya dengan mudah dicegah bila warganya peduli dengan potensi yang bisa memicu terjadinya kebakaran.
"Cara yang paling mudah adalah tidak menyalakan lilin saat listrik PLN padam," saran Wawan, Jumat (30/6/2017).
Menurutnya saran ini bukan berarti lantas masyarakat harus gelap-gelapan selama pemadaman listrik, tapi diharapkan masyarakat bisa menggantinya dengan lampu charger, sehingga aman dari bahaya kebakaran.
Kemudia dia juga berpesan agar warga tidak menyalakan obat nyamuk bakar.
"Jika terpaksa menyalakan obat nyamuk bakar maka harus dipastikan aman dari benda sekitar yang mudah terbakar. Selanjutnya mengecek kondisi instalasi listrik. Sebab paling banyak kasus kebakaran karena terjadi korsleting karena kondisi kabel sudah terlalu usang, sehingga perlu peremajaan," tambahnya.
Wawan juga mengatakan langkah selanjutnya ialah warga disarankan untuk membentuk kelompok pemadam swakarya di lingkungannya. Dengan begitu saat terjadi kebakaran, warga secara mandiri dan dini dapat menanggulangi kebakaran sementara menunggu petugas pemadam dari pemerintah datang ke lokasi.
"Sementara itu jika ada kebakaran, maka masyarakat diimbau segera menghubungi pos petugas pemadam terdekat. Bisa juga menghubungi petugas pemadam ke nomor telepon 0536 3230 113 atau 113 bebas pulsa," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)
"Cara yang paling mudah adalah tidak menyalakan lilin saat listrik PLN padam," saran Wawan, Jumat (30/6/2017).
Menurutnya saran ini bukan berarti lantas masyarakat harus gelap-gelapan selama pemadaman listrik, tapi diharapkan masyarakat bisa menggantinya dengan lampu charger, sehingga aman dari bahaya kebakaran.
Kemudia dia juga berpesan agar warga tidak menyalakan obat nyamuk bakar.
"Jika terpaksa menyalakan obat nyamuk bakar maka harus dipastikan aman dari benda sekitar yang mudah terbakar. Selanjutnya mengecek kondisi instalasi listrik. Sebab paling banyak kasus kebakaran karena terjadi korsleting karena kondisi kabel sudah terlalu usang, sehingga perlu peremajaan," tambahnya.
Wawan juga mengatakan langkah selanjutnya ialah warga disarankan untuk membentuk kelompok pemadam swakarya di lingkungannya. Dengan begitu saat terjadi kebakaran, warga secara mandiri dan dini dapat menanggulangi kebakaran sementara menunggu petugas pemadam dari pemerintah datang ke lokasi.
"Sementara itu jika ada kebakaran, maka masyarakat diimbau segera menghubungi pos petugas pemadam terdekat. Bisa juga menghubungi petugas pemadam ke nomor telepon 0536 3230 113 atau 113 bebas pulsa," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








