BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, H Abdul Sahid meminta semua pihak terkait untuk mencari tahu penyebab kasus perbuatan sadis yang terjadi sepanjang Juni 2017. Bahkan, ia meminta agar aparat kepolisian bisa menangkap pelaku yang sengaja membuang bayinya, karena menurut Sahid apapun alasannya itu merupakan tindak pidana, apalagi kejadian semacam itu bukan kali pertama dan terjadi hampir setiap tahun.

"Untuk menekan masalah ini harus ada kerjasama semua elemen masyarakat  baik tokoh-tokoh agama, pemerintah dan pemangku adat untuk bisa menanamkan kesadaran kepada masyarakat agar punya sikap optimisme dan harapan yang baik dan jangan pernah putus asa. Karena terus terang kami sangat miris melihat kasus bunuh diri dan pembuangan bayi ini," kata Politisi PKS ini, Sabtu (1/7/2017).

Bahkan jika melihat data baru-baru ini sepanjang Juni 2017 sudah ada lima nyawa yang hilang, seperti aksi bunuh diri di Jalan Tidar Gang Kacer, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Rakuty nekat mengakhiri hidupnya pada Kamis (29/6/2017) malam.

Tak berselang lama kejadian serupa terjadi di Jalan Gatot Subroto gang Elang 4, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Pawit Ngahadi ditemukan tewas tergantung pada Jumat (30/6/2017) malam

Sementara pembuangan bayi pertama penemuan pada Sabtu (3/6/2017) lalu di bak sampah perempatan Jalan Hasan Mansur-Walter Condrat, Kelurahan Baamang Tengah. Kemudian di susul pembungan bayi di Closed Citymall Selasa (13/6/2017) malam.

Tidak sampai di situ kejadian serupa kembali terjadi di blok 107 Devisi IIB Bedeng Utara PT BSK I Desa Sebabi, Jumat (30/6/2017). "Masalah ini harus jadi perhatian bersama, terutama pembuangan bayi, kami mendukung tindakan tegas diberikan kepada pelaku, semoga aparat kepolisian bisa mengungkap kasus ini," pungkasnya. (NACO/B-2)