BORNEONEWS, Puruk Cahu - Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi perekonomian masyarakat Kabupaten Murung Raya yang bergantung dari hasil karet mengalami kelesuan. Penyebabnya harga jual karet di tingkat petani sangat murah.
Jatuhnya harga jual karet tentu menjadi pukulan telak bagi para petani yang sehari-hari menggantungkan kebutuhan hidup di sektor tersebut. Bahkan sejumlah petani mengaku pasrah dengan kondisi ini.
Harga jual karet di Murung Raya saat ini hanya Rp5.000 per kilogram, bahkan pernah mencapai Rp4.000 per kilogram.
"Dalam beberapa hari ini harga cenderung mengalami penurunan dan sudah mencapai harga terendah di tahun ini. Akan tetapi bila karet yang dijual dalam kualitas bagus bisa dinaikan harganya menjadi Rp6.000," ungkap Asdi, petani karet di Kelurahan Puruk Cahu, Sabtu (1/7/2017).
Asdi mengaku, selalu mencari tahu harga karet yang di Banjarmasin, Kalsel, setiap hari. Sebab untuk karet yang ada di Murung Raya selalu dikirim ke pabrik yang ada di Banjarmasin.
"Tentu kami selaku petani berharap agar harga jual karet bisa lebih mahal lagi supaya perekonomian yang selama ini sulit bisa lebih ditingkatkan lagi. Kami juga selalu update perkembangan harga, baik di tingkat pengepul maupun pabrik," sebut Asdi. (SUPRIADI/B-3)








