BORNEONEWS, Puruk Cahu - Banyaknya armada transportasi air yang beroperasi di Sungai Barito, Kabupaten Murung Raya, ternyata tidak sebanding dengan jumlah penumpang.
Sebagai bukti, sesuai aturan yang disepakati oleh para pengusaha angkutan sungai, satu armada harus menunggu hingga 10 hari untuk bisa mencari penumpang dengan jurusan Puruk Cahu-Muara Teweh.
"Dengan jumlah armada yang banyak serta ditambah lamanya menunggu jadwal trayek membuat kami harus memutar otak mencari kerjaan sampingan. Apalagi kalau saat giliran tiba, jumlah penumpang sedikit pendapatan kami hampir tidak ada," ungkap Aal, pengusaha angkutan di Sungai Barito, Sabtu (1/7/2017).
Menurut Aal, semakin baiknya akses jalan darat secara tidak langsung membuat penumpang transportasi sungai terus berkurang. Sebab mereka beralih ke jalur darat yang lebih mudah serta cepat.
"Kami menyadari armada sungai banyak kekurangan. Tetapi bagi kami yang sudah berahun-tahun menekuni pekerjaan ini sangat berat untuk beralih profesi. Karena hampir tidak ada lagi lapangan pekerjaan yang lebih menjanjikan untuk bisa mencukupi kebutuhan," sebut dia. (SUPRIADI/B-3)








