BORNEONEWS, Pulang Pisau - Peristiwa ledakan yang terjadi di Kecamatan Sebangau Kuala hingga saat ini masih menimbulkan tanda tanya. Seperti yang disampaikan Camat Sebangau Kuala Herman Wibowo, yang mengaku kenal dengan Wahyu (28 tahun), korban ledakan yang juga terduga peracik bahan ledakan tersebut.

"Yang saya ketahui dia adalah seorang tenaga pengajar di Madrasyah Al Mujahidin  Desa Sebangau Permai. Tidak memperlihatkan sifat-sifat yang aneh, dan orangnya dikenal cukup ramah dan baik," kata Herman, Minggu (2/6/2017).

Herman mengatakan Wahyu juga suka memberikan bantuan pada saat ada even MTQ. "Wahyu juga suka membantu kalau ada kegiatan seperti MTQ," terangnya.

Herman mengaku cukup mengenal Wahyu, karena ayah dan adik Wahyu ini bekerja sebagai perangkat desa di Kecamatan Sebangau Kuala.

Berdasarkan infromasi, Wahyu menjadi korban terparah dan sedang dirawat di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin Kalimantan Selatan. "Kebetulan saat ini saya ada di Banjarmasin dan akan mendatangi Wahyu," kata Herman.

Sementara dua korban lainnya, berdasarkan informasi yang diterimanya hanya dirawat di puskesmas terdekat.

Seperti diketahui para korban yakni Feri Wahyudi, Noor Imansyah dan Riki mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di sebuah sekolah di Kecamatan Sebangau Kuala.

Menurut keterangan para saksi, terduga Wahyu yang juga sebagai pengajar sekolah memanggil Noor Imansyah dan Riki nuriadi masuk ke dalam ruangan sekolah Al Mujahidin yang kosong. Kala iu dia tengah meracik bom.

Setibanya Noor Imansyah dan Riki Nuriadi yang merupakan siswa sekolah tersebut, melihat terduga sedang meracik bom menggunakan blender. Tiba-tiba belender digunakan langsung meledak dan menyebabkan terduga beserta saksi mengalami luka-luka. (JAMES DONNY/B-11)