BORNEONEWS, Palangka Raya – Delapan orang meninggal di jalanan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ramadniya sejak Senin (19/6/2017) hingga Jumat (30/6/2017).

Namun angka ini terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya. "Angka kecelakaan lalu lintas terjadi penurunan di banding tahun sebelumnya pada periode yang sama,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol M Taslim Chairuddin kepada Borneonews.co.id, Sabtu (1/7/2017).

Secara rinci, total kecelakaann lalu lintas di Kalteng berjumlah 36 kejadian. Daerah tertinggi terjadi di wilayah hukum Polres Kotim yang berjumlah 9 kejadian tapi tidak ada yang meninggal.

Kemudian urutan kedua ada di wilayah hukum Polres Palangka Raya dengan jumlah 7 kejadian dan satu orang meninggal. Sedangkan angka korban meninggal terbanyak di wilayah hukum Polres Kapuas dan Seruyan masing-masing dua orang.

Sisanya selain di Palangka Raya, Pulang Pisau, Lamandau dan Bartim masing-masing 1 orang meninggal.

Untuk daerah nihil terjadinya kecelakaan lalu lintas yakni wilayah hukum Polres Katingan, Gunung Mas, Sukamara, Barut dan Murung Raya.

Dari 36 peristiwa kecelakaan itu korban luka ringan ada 48 orang dan 5 orang luka berat. Total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp102,65 juta.

Kemudian di 2016 pada periode yang sama angka kecelakaan lalu lintas ada 53 kejadian. Dari jumlah ini 15 orang meninggal, 7 luka berat dan 53 orang luka ringan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp246,345 juta.

Direktur Lalu Lintas tidak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. Juga memperhatikan rambu lalu lintas sehingga terhindar dari yang namanya kecelakaan. (BUDI YULIANTO/B-6)