BORNEONEWS, Palangka Raya - Ruang terbuka seharusnya ada dan disediakan disetiap puskesmas. Hal ini diungkapkan Wali Kota Palangka Raya saat melakukan melakukan pemeriksaan pelayanan publik di hari pertama kerja pasca libur lebaran, Senin (3/7/2017) yang salah satu tujuan kunjungan adalah Puskesmas Pahandut.
Menurutnya kondisi Puskesmas Pahandut sangat tertutup. Bahkan ruang pelayanan kesehatan hanya berada di sisi kiri dan kanan lorong ruang tunggu.
"Tentu tidak nyaman. Nanti kita akan diskusikan kembali dan saya yakin diskusinya akan panjang karena saya inginkan ada ruang terbuka untuk setiap puskesmas bukannya tertutup semua," katanya.
Menurut Riban, tempat ruang tunggu yang berada di lorong puskesmas ini selain menyusahkan lalu lalang juga akan mengganggu proses pemeriksaan kesehatan.
"Kiri kanan lorong itu pusat pelayanan, nah di situ yang juga ke depan harus kita atur sedemikian rupa. Jadi kalau kita bangun pusat pelayanan itu jangan di kiri kanan lorong, bahkan kalau bisa ruang terbuka," tuturnya.
Namanya orang datang ke puskesmas tujuannya adalah yang sakit menjadi sehat kembali. Tapi kalau puskesmas saya kondisinya sumpek dan tertutup, bagaimana orang bisa sehat.
"Di saat pusat pelayanan menghadap ruang terbuka, mereka kita panggil satu-satu ke pusat pelayanan kesehatan. Jadi ruang tunggunya di ruang terbuka. Ambil contoh di Puskesmas Menteng. Di sana sudah bagus, sudah ada ruang terbuka dan pasien yang menunggu antrian ke ruang pelayanan akan menunggu di ruang terbuka dan tidak pengap. Lebih bagus lagi kalau disediakan tanaman-tanaman dan rumput hijau agar tampak asri," tandasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








