BORNEONEWS, Palangka Raya - Sampah merupakan permasalahan yang seolah tak ada habisnya. Hal ini diakui Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia.

Dikaitkan dengan pemeriksaan yang ia lakukan di sejumlah instansi pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran, Senin (3/7/2017), Riban mengatakan disiplin ASN memang masih rentan saat libur besar hari besar, tak terkecuali libur rutin seperti hari Sabtu dan Minggu.

"Sama halnya dengan kebersihan. Hari Minggu itu pengangkutan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) itu karena teman-teman petugas itu lebih banyak yang beragama Nasrani," ungkap Riban Satia usai pemeriksaan di Puskesmas Pahandut.

Istilahnya lanjut Riban, para pegawai meminta ijin untuk tidak mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan AKhir (TPA) karena harus melaksanakan kebaktian di hari Minggu.

"Tetapi saya juga sering mengatakan bahwa jaman sekarang ibadah kan bisa diatur. Gereja kita tidak sedikit. Bahkan kalaupun harus beribadah di satu Gereja lingkungan kita biasanya ibadah tidak hanya dijadwalkan di pagi hari," jelasnya.

Menurutnya, beberapa gereja saat ini sudah menerapkan sistem kebaktian dengan membaginya pada jam-jam yang berbeda. Ada yang dilakukan subuh, pagi hari, menjelang siang bahkan saat sore hari. "Sekarang kan kebaktian tidak hanya pagi, bisa siang dan sore. Tergantung niat kita saja lagi," katanya.

Riban berharap pelaksanaan ibadah yang tujuannya mendekatkan diri kepada Tuhan tidak dijadikan alasan untuk menunda pekerjaan lainnya. Bahkan, jika umat melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan baik Riban mengatakan akan selalu ada balasan setimpal dari Tuhan. (TESTI PRISCILLA/B-6)