BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau Aminah mengatakan, program sekolah lima hari yang akan dicetuskan Kementerian Pendidikan akan menguntungkan guru sertifikasi. "Untuk mereka (guru) yang sertifikasi tidak akan sulit mencari jam mengajar," kata dia saat ditemui Borneonews, Senin (3/7/2017).
Selain itu, proses belajar-mengajar dalam program sekolah lima hari tidak memulu harus dilaksanakan di ruang kelas. Tetapi guru bisa mencari ruang secara kreatif yang memberikan kenyamanan, baik bagi dirinya maupun peserta didik.
"Banyak yang menanyakan mengenai lima hari sekolah ini, di antaranya juga ada anak-anak yang ikut pesantren pada sore hari, padahal itu tidak masalah karena akan dihitung juga dalam 8 jam tersebut," terangnya.
Menurut Aminah, pendidikan yang dilakukan di luar kelas atau sekolah tidak akan menghambat program sekolah lima hari. "Bisa jadi pada pagi harinya siswa ikuti sekolah umum dan sore harinya ikut sekolah agama. Ini tidak menjadi masalah bagi siswa dalam mengikuti program tersebut," katanya.
Akan tetapi, ia meminta program tersebut dikoordinasikan dengan orang tua melalui komite. "Kita juga akan memberikan pencerahan terkait dengan kegiatan tersebut, sehingga orang tua juga dapat memahami," ujarnya.
Namun, hingga saat ini, kata Aminah masih belum ada kepastian dari pemerintah pusat mengenai jadwal pelaksanaan program tersebut. "Pelaksanaan program itu kita masih belum diberikan surat atau petunjuk, apakah dilaksanakan tahun ajaran ini atau bagaimana?," kata Aminah.
Pemerintah pusat sendiri, katanya, masih tarik ulur. "Namun dari Kementerian Pendidikan tetap berlanjut, tetapi bertahap," pungkasnya. (JAMES DONNY/B-3)








