BORNEONEWS, Sampit - Relokasi sejumlah warga yang tinggal di tepi pantai Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus dilakukan. Namun baru 11 kepala keluarga (KK) saja yang bersedia menempati rumah yang dibangun pemerintah daerah (Pemda) tersebut. Pemerintah sudah membangun 88 rumah untuk kepentingan warga.

"Saat ini masih terus kami sosialisasikan kepada warga, dan baru ada 11 yang bersedia menempati rumah relokasi tersebut," ujar Pejabat Sementara Desa Ujung Pandaran Muslih, di Sampit, Senin (3/7/2017).

Saat ini 88 buah rumah untuk relokasi sudah dibangun. Pembangunan rumah tersebut merupakan program pemerintah untuk membantu warga yang terkena dampak abrasi Pantai Ujung Pandaran. Rumah tersebut disiapkan untuk nelayan yang rumahnya sangat rawan terkena abrasi.

Dalam lima tahun terakhir, sudah lebih dari 20 rumah terpaksa dibongkar karena pondasinya ambles diterjang abrasi sehingga membahayakan penghuninya dan merekapun diharuskan pindah tempat.

Terkait relokasi tersebut, mereka saat ini sangat tergantung hasil kesepakatan antara masyarakat Desa Ujung Pandaran yang akan direlokasi dengan Tim Relokasi yang dibentuk pemerintah daerah. Tim ini dipimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai koordinator.

Pihaknya saat ini sudah menyediakan 88 unit rumah siap huni, sedangkan satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) masih melakukan inventarisasi program kegiatan untuk menunjang relokasi tersebut. Antara lain normalisasi Sungai Pandaran, pembuatan kolam, tambatan perahu, pengaspalan jalan utama dan lainnya.

"Mudah-mudahan itu bisa terealisasi semua, sehingga masyarakat tidak lagi tinggal di tempat yang berbahaya," kata Muslih. (MUHAMMAD HAMIM/N).