BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia mengatakan jika komunikasi yang mumpuni merupakan indikator penting, tidak hanya dalam sebuah pemerintahan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana komunikasi yang baik bisa menjadi jembatan penghubung dalam kehidupan bersosial dan kemasyarakatan lainnya.
Hal itu diungkapkan Riban Satia di sela pemeriksaan terhadap sejumlah instansi di hari pertama kerja ASN seusai libur lebaran, Senin (3/7/2017).
Riban, selain menjabat Wali Kota Palangka Raya juga sebagai Dekan Fisip Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) Palangka Raya menilai bahwa segi komunikasi menjadi penting terlebih di era modern saat ini.
"Kita tidak bisa bicara sembarangan tanpa memikirkan akibatnya. Bagaimana menyusun kata-kata yang baik inilah yang susah karena harus lugas dalam menyampaikan informasi agar dapat dipahami oleh orang lain," katanya.
Menurut Riban, salah satu penerapan ilmu komunikasi adalah di bidang humas. Hal ini karena ada kekhususan pada bidang ini, seperti bertugas menjadi corong atau ujung tombak informasi pemerintah kepada masyarakat.
"Untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik, tentu setidaknya ada skill ilmu komunikasi yang perlu dipelajari. Untuk itu ilmu komunikasi tidak boleh dianggap remeh. Memang mungkin saat ini belum terlalu banyak yang memerlukan tetapi nanti ke depan saya yakin Ilmu Komunikasi memiliki propek yang bagus," tegasnya.
Wali kota dua periode ini mengajak semua masyarakat untuk menjaga tutur kata meskipun bulan puasa sudah berlalu. Dengan penataan kata-kata yang baik, tanpa bersitegang Riban mengatakan tujuan dari pembicaraan tetap akan sampai.
"Hindari informasi bohong atau hoaks, berkomunikasilah dengan baik," pesannya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








