BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Meski arus balik Lebaran telah berakhir, kapal feri tradisional yang menjadi sarana transportasi masyarakat Kabupaten Kapuas, masih ramai penumpang. Baik yang mengendarai sepeda motor maupun pejalan kaki.

Penumpang kapal feri, Yuliansyah (48 tahun), menurutkan bahwa armada penyeberangan tradisional itu memiliki peran vital bagi kehidupan masyarkat Kabupaten Kapuas. Karenanya, tidak mengherankan bila kapal feri masih sangat diminati, tidak hanya pada saat hari raya tetapi juga di hari biasa. Bahkan gelar primadona layak disematkan kepada transportasi sungai tersebut.

“Sejak awal bulan Ramadan hingga memasuki arus mudik dan balik, kapal feri tidak pernah sepi dari penumpang. Menurut saya kapal feri ini primadona. Sebab bisa juga disebut wisata karena Kabupaten Kapuas sangat indah karena sungainnya,” katanya dia, Selasa (4/7/2017).

Untuk tarif, memang pernah dinaikan sepihak oleh pengusaha kapal tanpa pemberitahuan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kapuas.

“Memang kenaikannya tidak seberapa, dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 per orang. Namun namanya peraturan harus sesuai dengan perjanjian. Jangan menaikan sepihak menurut saya. Saya tidak apa-apa saja harganya naik asal keamanan dan kelayakan jalan kapal feri ditingkatkan. Jangan sampai terjadi kapal feri di Panamas seperti 2014 lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, pengusaha Kapal Feri Murung Keramat, H Yusri, mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir perkembangan usaha kapal penyeberangan berkembang dengan baik. Apalagi saat memasuki Ramadan, khususnya saat arus mudik dan balik, penumpang akan membeludak.

“Masih sangat banyak masyarakat menggunakan jasa kapal feri. Mungkin menurut saya yang dari luar kota sengaja menggunakan jasa kapal feri karena penasaran ingin merasakannya. Untuk peningkatan pengguna jasa tentu meningkat dari hari biasa. Untuk keamanan kami akan terus perhatikan karena ini menyangkut nyawa. Sedangkan kendala di lapangan, saya rasa aman aman saja,” sebutnya.

Saat ini ada 18 kapal feri yang beroperasi di Kapuas, tersebar di daerah Dadahup, Talingkung Punai, Pulau Petak, Sakalagun, Kabuli, Pasar Sabtu, Hampatung, Feri Besar Mawar, Murung Keramat, Tirusan, Panamas, Pangkalan Sari, Mendumai, Penda Ketapi, Manusup, Muroi Penda Munte, Pujon, dan terkahir di Sei Ringin. (HAMDI/B-3)