BORNEONEWS, Sampit - Pelaku pembuangan bayi di perkebunan kelapa sawit Blok 107 Divisi IIB Bedeng Utara PT BSK I, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ternyata masih berumur 13 tahun.

Pelaku yang merupakan ibu kandung bayi tersebut berinisial RS (13) yang merupakan warga sekitar. Dia ditangkap pada Senin (3/7/2017).

"Tersangka melahirkan di perkebunan itu, dan langsung saja ditinggalnya. Hal itu dilakukan karena dia takut ketahuan oleh keluarganya," ujar Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi Siregar, saat pers rilis, Selasa (4/7/2017).

Ibu bayi tersebut merupakan warga sekitar desa tersebut. Dimana dia baru saja lulus Sekolah Dasar (SD) di perkebunan itu. Ayahnya juga bekerja di perusahan sawit PT BSK.

Sementara, terungkapnya pelaku pembuangan bayi tersebut berawal dari pihak perusahaan menanyakan kepada masyarakat dan pekerja di perkebunan tersebut. Namun tidak ada satupun warga yang mengaku bahwa bayi malang tersebut merupakan anak mereka.

Sehingga pada Senin (3/7/2017) kemaren, polisi langsung melakukan pendataan perawan yang ada di daerah tersebut. Setelah didata, merekasemua langsung diperiksa oleh dokter dan bidan di perusahaan tersebut. Usai semua diperiksa, petugas mencurigai seorang perempuan yang saat itu seperti baru saja melahirkan.

Sehingga hal itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian dan wanita berinisial RS tersebut dilakukan introgasi. Saat diperiksa kepolisian dia mengaku bahwa memang melahirkan di perkebunan tersebut.

Dimana saat dia sedang pergi ke perkebunan, RS mengalami sakit dan kepala bayi langsung keluar. Setelah itu tidak berapa lama, dirinya langsung melahirkan. Karena dia takut ketahuan oleh keluarganya, diapun langsung meninggalkan bayi tersebut di perkebunan itu.

Tidak berapa lama, sang kakak bernama Ogit yang berniat mencari jamur melihat bayi itu, dan langsung melaporkan kepada pihak keluarga dan masyarakat sekitar. Sehingga merekapun langsung menyelamatkan bayi dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit, untuk diberikan perawatan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)