BORNEONEWS, Kasongan - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Katingan, Edy Rahmad Sosiawan mengakui jika pada hari pertama Idul Fitri 1438 Hijriyah hingga sepekan kemudian distribusi air PDAM di Kecamatan Mendawai sempat terganggu.

"Iya benar pelayanan distribusi air PDAM di wilayah Kecamatan Mendawai kemarin sempat mengalami gangguan karena air tidak mengalir hingga beberapa hari," sebut Sosiawan kepada borneonews.co.id Selasa (4/7/2017).

Menurutnya, akar permasalahan air PDAM tidak mengalir di Mendawai karena petugas yang ada satu-satunya sedang pulang kampung yaitu ke Jawa.

"Masalahnya karena petugas di sana tidak melapor ke kita kalau mau pulang ke Jawa, sehingga akibatnya pendistribusian air di sana sempat macet beberapa hari, karena tidak ada yang mengoperasikannya," kata Edy.

Namun, kata Edy, pada Sabtu 30 Juni 2017 distribusi air PDAM di Mendawai kembali normal setelah pihaknya mengutus petugas untuk pengoperasian sementara waktu.

Menurut Edy, petugas PDAM Mendawai yang dinilai lalai itu sudah mengakui kesalahannya setelah sebelumnya ia melakukan komunikasi lewat telepon.

Namun, Sosiawan mengapresiasi kinerja anak buahnya itu selama ini. Pasalnya yang bersangkutan cukup lama bekerja sebagai karyawan PDAM yang bertugas di Mendawai.

"Kita akui kinerjanya sudah beberapa tahun cukup baik, dari mulai operasi, menangani gangguan, penagihan, semuanya dikerjakan sendiri, dan ia akan kembali bertugas hari Kamis lusa," ujarnya.

Atas kasus ini pula, Edy mengaku jika ke depan pihaknya bakal menambah satu karyawan lagi di PDAM Mendawai.

"Sekarang baru satu, dan akan kita tambah satu lagi sehingga ada dua karyawan nantinya, ini juga sudah kita usulkan ke badan pengawas untuk minta perstujuan terkait penambahan karyawan di Mendawai ini, sehingga diharapkan pelayanan ke depannya lebih baik lagi," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-5)