BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palangka Raya, dr Fitria Nurlaila Pulukadang mengatakan, ada sebagian besar penyakit yang dialami peserta JKN-KIS selama mudik Lebaran yang pelayanan kesehatannya menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

"Kasus-kasus kesehatan sebagian besar yang dialami oleh peserta JKN-KIS yang sedang mudik adalah permasalahan kesehatan radang tenggorokkan, demam, infeksi saluran pernafasan atas atau ISPA dan gastro enteritis serta berbagai gangguan pencernaan seperti diare, maag, gangguan lambung, dan nyeri perut," ungkap Fitri kepada Borneonews, Selasa (4/7/2017).

Menurut data yang BPJS Kesehatan peroleh, lanjut Fitri, juga terdapat kasus-kasus penyakit kronis seperti stroke, jantung, hipertensi dan hemodialisa yang ditangani dengan baik oleh rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

"Sepanjang masa mudik lebaran, apabila peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, maka fasilitas kesehatan harus memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS dan tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta," katanya.

Fitria juga mengungkapkan apresiasi kepada seluruh tenaga medis baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah melayani peserta JKN-KIS khususnya pada masa mudik lebaran, serta kepada seluruh peserta JKN-KIS yang telah menjaga kesehatannya dan bagi yang ternyata memerlukan pelayanan kesehatan telah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

"BPJS Kesehatan juga mengimbau kepada peserta JKN-KIS untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan pola makan yang baik, istirahat yang cukup, serta olah raga agar dapat kembali beraktivitas pasca mudik lebaran," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)