BORNEONEWS, Muara Teweh - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara, karena bangunan RSUD Muara Teweh untuk lantai 1 dan 4 sudah bisa digunakan. Hal itu dikatakan Bupati H Nadalsyah seusai meninjau pembangunan gedung baru RSUD Muara Teweh dan pelayanan rumah sakit, bersama dengan rombongan pejabat lingkup Pemkab Barut, Senin (3/7/2017).

Selain rumah sakit, di awal masuk kerja pascacuti lebaran idul fitri ini juga, bupati jugameninjau tempat-tempat pelayanan umum lainnya di antaranya puskesmas yang tersebar di dalam kota Muara Teweh dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

H Nadalsyah mengatakan, pembangunan RSUD MuaraTeweh di samping bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat juga sebagai ikon Ibu Kota Kabupaten Barut. "Janji dari pihak Kontraktor dan sesuai dengan isi dalamkontrak, bahwa proyek pembangunan rumah sakit ini selesai di tahun ini,sehingga awal 2018 gedung baru sudah bisa digunakan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU H Ferry Kusmiadi menceritakan, proyek pembangunan RSUD Muara Teweh ini awalnya tahun 2015 ditangani RSUD Muara Teweh, dan tahun 2016 dilimpahkan ke Dinas PU untuk penanganan selanjutnya.

Program Bupati, awal tahun 2017 atau akhir 2016 pembangunan RSUD Muara Teweh sudah selesai. Namun dalam pelimpahan dari RSUD Muara Teweh ada beberapa kekurangan. "Hasil konsultasi ke Kementerian PU tahun 2015, pembangunan rumah sakit berlantai 5 dengan luas lebih dari 5000 meter ini harus memiliki Amdal. Di samping itu, juga harus menggunakan MK, UKL dan UPL. Jadi untuk itu kami melengkapi hal ini terlebih dahulu," katanya, Selasa (4/7/2017).

Lantaran semua proses ini membutuhkan waktu, hingga amdal baru ditandatangani pada 7 Desember oleh Bupati Barut, H Nadalsyah. Seandainya amdal, MK, UKL dan UPL sudah ada sejak pelimpahan RSUD Muara Teweh keDinas PU, maka pihaknya tidak perlu lagi mengurus hal itu. "Ini yang membuat pelelangan menjadi terlambat. Untuk penandatanganan kontrak dengan pihak rekanan juga dilaksanakan pada Desember 2016," katanya. (RAMADHANI/B-2)