BORNEONEWS, Kasongan - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan setiap bulan sejauh ini dilaporkan selalu merugi.

Hal ini diutarakan Direktur PDAM Kabupaten Katingan, Edy Rahmad Sosiawan kepada borneonews.co.id Selasa (4/7/2017).

Menurutnya, meruginya PDAM Mendawai ini salah satu faktor utamanya dikarenakan biaya operasional yang tinggi.

Pasalnya, untuk menghidupkan mesin pengolah, PDAM Kecamatan Mendawai ini menggunakan mesin genset dengan menghabiskan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang tidak sedikit tiap kali operasi.

"Rata-rata setiap bulannya PDAM Kecamatan Mendawai itu dapat pemasukan Rp10 juta, sementara pengeluarannya bisa sampai Rp15 juta, belum termasuk gajih karyawan," ujar Sosiawan.

Namun, karena pelayanan terhadap masyarakat, itu adalah merupakan kewajiban pemerintah daerah, dan harus tetap jalan.

Menurutnya, di wilayah Kabupaten Katingan sejauh ini masih ada dua daerah yang setiap bulannya masih minus, yakni PDAM Kecamatan Mendawai dan PDAM Petak Bahandang Kecamatan Tasik Payawan. Pasalnya dua PDAM di wilayah itu sejauh ini masih menggunakan mesin genset guna pengoperasional mesin pengolah, sedangkan lainnya sudah ada kerjasama dengan PLN.

"Namun PDAM di Petak Bahandang sudah di survei PLN, dan dalam waktu tidak lama pengoperasionalan PDAM menggunakan listrik PLN," imbuh Sosiawan. (ABDUL GOFUR/B-5)