BORNEONEWS, Puruk Cahu - Penderitaan Derita Wati (43), korban kecelakaan lalu lintas tunggal berakhir. Ia dinyatakan meninggal dunia, Rabu (5/7/2017) pagi sekitar pukul 04.00 WIB, setelah melewati masa kritis saat menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Puruk Cahu, Murung Raya. Nedya Cristyana, cucu korban mengatakan luka di kepala cukup parah menjadi penyebab utama meninggalnya sang nenek, Derita Wati.


"Jenazah sudah dibawa ke rumah duka di Desa Sungai Lunuk dan akan dimakamkan tiga atau empat hari lagi," ungkap Nedya, saat dikonfirmasi melalui Messenger dari Puruk Cahu, Rabu (5/7/2017).


Seperti pemberitaan sebelumnya, terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Untung Surapati atau turunan antara Desa Konut dan Desa Sungai Lunuk, Kecamatan Tanah Siang, Selasa (5/7/2017) sore. Korban diantaranya Derita Wati, Ratnayati (32) dan seorang balita Lesti (2).


Ketiga orang tersebut diketahui mengendarai sepeda motor jenis metik KH 2009 ME ketika pulang menghadiri acara pemakaman keluarga mereka di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang.


"Motor yang diduga kuat remnya blong tersebut menghantam sisi  jalan cor beton. Derita Wati yang berada di posisi belakang kepalanya menghantam tiang listrik yang kebetulan berada dekat mereka jatuh,” jelas Daru salah seorang saksi mata.


Kondisi korban saat mengalami kecelakaan, Derita Wati mengalami luka sobek daerah kepala bagian depan, maupun belakang, ditambah tulang rahang patah. Sedangkan Ratnayati, patah tulang bahu dan luka sobekan sedikit pada dada. Si balita Lesti hanya mengalami luka memar. (SUPRI ADI/N).