BORNEONEWS, Puruk Cahu - Setelah setahun lebih tidak ada tindak lanjut tentang masalah pembentukan Kecamatan Puruk Bondang sampai sekarang masih terdapat perdebatan mengenai penetapan lokasi sebagai ibu kota kecamatan tersebut.

Saat dihubungi via telepon, anggota DPRD Murung Raya (Mura), Barlin mengatakan, sesuai hasil penilaian tim independen skor tertinggi untuk letak ibu kota kecamatan hasil pemekaran Kecamatan Laung Tuhup tersebut berada di sebelah kiri Sungai Laung, atau dekat dengan Desa Batu Bua.

"Bila masih ngotot menunjuk Desa Maruwei I satu maka apa gunanya beberapa waktu lalu dipakai tenaga tim independen dan hal ini sama saja dengan buang-buang anggaran," kata Barlin yang juga berasal dari Dapil Laung Tuhup, Rabu (5/6/2017).

Disampaikan Barlin juga tidak hanya aka buang-buang anggaran, dari sisi akses pembangunan jalan pun akan bertambah sulit bila tetap memilih Maruwei I sebagai calon ibu kota, lain kalau daerah sekitar Batu Bua akan langsung terakses ke ibu kota kabupaten.

"Juga akses menuju beberapa desa yang selama ini terisolasi secara otomatis akan terbuka bila meletakkan ibu kota Kecamatan Puruk Bondang di arah kiri Sungai Laung. Penilaian ini bukan berdasar karena saya berasal dari daerah itu, tapi atas penilaian tim independen dan memang faktanya seperti itu," sambung Barlin. (SUPRIADI/B-5)